Risk Management and Islamic Insurance

These are some triggers to be discussed related to “Risk Management and Islamic Insurance” Which previously discussed in Focus Group Discussion on October 09, 2008.

1. How Islamic banking assesses their prospect financing customers? What are the difference between conventional system have?

2. What kind of criteria must be met by financing customer of Islamic banking to obtain financing from Islamic bank?

3. How Islamic banking solve non performing financing occurred ?

4. Explain about risk management supporting structure (risk infrastructure, risk system/methodology, and risk policy)!

5. How effective Islamic insurance help us in facing risk?

6. What’s contract most appropriate for Islamic Insurance practice?

Please submit your comments, and you can also submit another trigger to be discussed together.

Thank you for your attention

3 Responses

  1. banyak banget sih trigger nya?! Perasaan pas FGD dikit deh… Dasar techan!! ok i’ll answer two of six questions =(

    Sebelum saya mengemukakan jawaban saya atas beberapa trigger yang menarik di atas, ada baiknya jika kita mengetahui bahawa risiko yang dihadapi oleh bank syariah lebih rendah daripada bank konvensional, hal ini dikarenakan bank syariah tidak mengenal adanya negative spread atau kondisi dimana kewajiban melebihi aset yang dimiliki. Negative spread adalah karakteristik yang tidak akan pernah dimiliki oleh bank syariah karena bank syariah menyalurkan dana kepada masyarakat sebagai pembiayaan (financing) , bukan pinjaman (loan) dimana tingkat suku bunga (interest) menjadi variabel yang sangat penting.

    1. Dalam menentukan nasabah yang akan diberi pembiayaan, bank syariah memperhatikan hal-hal sebagai berkut :
    a. Keamanan pembiayaan, dimana dana pembiayaan harus dapat diyakini akan dilunasi kembali.
    b. terarahnya tujuan penggunaan dana pembiayaan. Hal ini berarti bahwa dana pembiayaan tidak akan digunakan untuk hal-hal yang bertentangan dengan syariah Islam dan menjunjung kepentingan masyarakat.
    c. Menguntungkan. Dana pembiayaan akan digunakan untuk usaha yang menguntungkan bagi bank dan nasabah
    Selain hal-hal di atas, bank syariah juga mengadopsi 5C (character, capacity, capital, conditional, dan collateral) dan/ atau 4P (personality, purpose, prospect, payment) dalam menilai calon penerima pembiayaan.
    Penilaian risiko kredit akan semakin akurat ketika bank syariah melakukan penilain kepada calon penerima pembiayaan atas hal-hal berikut ini:
    a. Aspek pemasaran. Berkaitan dengan kemampuan daya beli masyarakat, kompetisi, pangsa pasar.
    b. Aspek teknis. Berkaitan dengan kelancaran produksi, kapasitas produksi, mesin dann peralatan, ketersediaan dan kontinuitas bahan baku
    c. Aspek manajemen. Berkaitan dengan struktur dan susunan organisasi, termasuk pengalaman anggota dan pola kepemimpinan.
    d. Aspek yuridis. Berkaitan dengan status hukum badan usaha, kelengkapan izin usaha, dan legalitas barang jaminan.
    e. Aspek sosial ekonomi. Berkaitan dengan keadaan keuangan pihak penerima pembiayaan.
    Perbedaan tegas antara penilaian kredit bank syariah dan konvensional adalah bank syariah sepenuhnya patu terhadap aturan-aturan yang ditetapkan oleh syariah Islam dan mengedepankan aspek persaudaraan (ukhuwah), keadilan (‘adalah), kemaslahatan (maslahah), keseimbangan (tawazun), dan universalisme (syumuliyah)

    2. Kriteria yang harus dipenuhi oleh calon penerima pembiayaan adalah bahwa ia harus memiliki akhlaq yang baik, menjalankan usahanya dengan niat, tujuan, dan infrastuktur yang baik dan sesuai dengan prinsip syariah Islam serta hasil usahanya dipergunakan untuk hal-hal di jalan Allah SWT. Selain itu, ia juga harus memiliki kemampuan untuk mengatur keuangan dan perencanaan dan implementasi strategi bisnis dengan baik untuk menjamin kelangsungan usahanya. Selain hal-hal tersebut, calon penerima pembiayaan juga harus menjamin kelengkapan dan legalitas dokumen-dokumen yang berkaitan dengan usahanya.

    Reference: Syah Nasution, Chairudiin. Manajemen Kredir Syariah Bank Muamalat. Kajian Ekonomi dan Keuangan Vol. 7, No.3

    kali ini baru bisa jawab 2 pertaanyaan ni,,,gimana KiAMI-erz yang laen? bisa tolong bantu jawab pertanyaan berikutnya atau ada ide lain? silakan…silakan…monggo…

  2. assalamu’alaykum.
    saat ini tidak komen yang relevan dulu dengan topik posting.
    just stopping by.
    di sini.
    salam ukhuwwah dari kami ikhwah ekonomi unand, padang, sumbar.

    mohon saran dan strateginya untuk dakwah kami di ekonomi unand.

    jazakumulloh.

  3. assalamu’alaikum.
    saya nanung dari UNS, adakah annual report dari islamic insurance se asia??kami kebetulan baru melakukan penelitian range nya se asia, or list website islamic insurance se asia??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: