Sharing Perkembangan Institusi Keuangan Syariah di Bahrain

Senin, 01 September 2008, bertepatan dengan 1 Ramadhan 1429H kemarin, KiAMI mengadakan sharing perkembangan ekonomi Islam di Bahrain yang menghadirkan narasumber dosen University College Bahrain (UCB), Mr. Sutan Emir. Dalam kesempatan tersebut banyak dibahas mengenai bagaimana kondisi perkembangan ekonomi syariah khususnya tentang keuangan syariah di Bahrain. Berdasarkan hasil sharing, banyak informasi yang teman-teman KiAMI dapatkan seperti fakta-fakta mengenai Bahrain yang ternyata memiliki kemiripan dengan indonesia di mana perkembangan Indsutri keuangannya pun baru mengalami perkembangan pesati awal abad 21 ini tepatnya di tahun 2000. Saat ini posisi aset keuangan Islam di Bahrain mencapai 7%.

Bahrain walaupun hanya sebuah negara yang kecil tetapi telah dapat memposisikan dirinya sebagai dalah satu pusat keuangan syariah di dunia, hal tersebut dikarenakan posisnya yang strategis di wilayah teluk Persia dikelilingi oleh negara-negara teluk lainnya yang kaya minyak, infrastruktur pendukung keuangan syariah banyak berkantor pusat di Bahrain seperti AAOIFI (Accounting and Auditing of Islamic Financial Institution), LMC (Liquidity Management Center), IIFM (International Islamic Financial Market), IIRA (International Islamic Rating Agency). Dukungan pemerintah, dan sistem regulasi yang sangat baik seperti pajak yang sangat rendah.

Perbankan syariah sendiri di Bahrain telah berdiri sejak tahun 1979 yaitu Bahrain Islamic Bank, hingga saat ini di Bahrain telah ada 6 bank syariah (BUS) seperti Al Baraka, Kuwait Finance House, Al-Salam House. Selain BUS, juga telah terdapat sekitar 19 bank komersial yang seperti ABC Islamic Bank, Al Baraka Banking, Citi islamic Investment Bank hingga Gulf Financial House. Selin sektor perbankan sektor asuransi dan pasar modal pun berkembang dengan pesat. Saat ini terdapat 5 asuransi umum yang berbasiskan syariah yang sebagian besarnya dioperasiakan oleh operator internasional seperti AIG dan Hannover. Asuransi diprediksi akan menjadi sektor yang berpeluang memiliki perkembangan sangat besar karena pemerintah Bahrain telah mewajibkan kepemilikan asuransi dalam hal kepemilikan kendaraan atau kesehatan yang sebelumnya penggunaan asuransi diharamkan berdasarkan pendapat ulama setempat. Sedangkan di bidang pasar modal, setelah tahun 2001 Bahrain menjadi negara pertama yang mengeluarkan sukuk negara (sovereign sukuk), hingga saat ini pasar modal Bahrain menjadi satu-satunya pasar modal di wilayah teluk yang memperbolehkan investor asing menanamkan modalnya, karena di pasar modal lain di wilayah teluk hanya investor yang berasal dari Gulf Community Countries(GCC) saja yang diperkenankan.

Sebagai wujud nyata dukungan yang sangat kuat terhadap industri keuangan syariah, saat ini Bank Sentral Bahrain (CBB) telah mendirikan suatu dana khusus untuk penelitian, pendidikan dan pelatihan di bidang syariah. Selain itu mereka secara aktif berperan bersama industri dan stakeholder untuk menentukan standar untuk pelaksanaan di lapangan. Dengan demikian mereka berharap dalam waktu dekat Bahrain dapat menjadi pusat keuangan syariah dunia. Uniknya sebagian besar praktisi di bidang syariah berasal dari luar Bahrain termasuk dari Indonesia, tentunya hal ini menjadi peluang tersendiri untuk kita (tapi jangan melupakan negara sendiri ya!!!!)

Negara beribukota Manama ini memiliki penduduk sekitar 708.573 jiwa dimana 283.549 jiwa diantaranya merupakan penduduk ekspatriat. Dengan pendapatan perkapita sekitar US$32.000, kemakmuran masyarakat di Bahrain tidak disangsikan lagi, hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya angka kriminalitas, seperti apa yang diceritakan Mr. Emir, ketika beliau dan keluarganya makan di suatu tempat terbuka dan lupa melepaskan kunci mobil dari pintu, tetapi sampai mereka selesai mobil tersebut masih dalam keadaan seperti semula. Kegiatan ini pun ditutup dengan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah di Mushola FEUI. Semoga rekan-rekan KiAMI memiliki kesempatan untuk mengunjungi Bahrain ya!!!!

Terima Kasih kami sampaikan kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, terutama Mr. Emir atas berbagai informasi dan waktunya untuk berbagi bersama kami, Pak Ebi Junaidi (Dosen FEUI/Alumni KEI), dan Pak Ledi Trialdi (Dosen FEUI/Alumni KEI), Ilman (Ketua KEI) yang telah meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan ini, PEBS yang telah menyediakan tempat dan seluruh rekan KiAMI yang hadir. Tunggu saja kegiatan KiAMI menarik dan berkualitas lainnya!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: