Mengenal Lebih Dalam Akuntansi Syariah

Berbicara mengenai sejarah Akuntansi Syariah, Akuntansi syariah ternyata lebih dulu muncul dan berkembang dibandingkan akuntansi konvensional. Akuntansi Syariah muncul dan berkembang di zaman Rasulullah SAW sekitar abad ke enam tepatnya sekitar tahun 610 Masehi, sedangkan Akuntansi Konvensional yang dicetuskan oleh Lucas Pacioli baru muncul pada tahun 1494 Masehi.

Yang mendasari munculnya akuntansi Syariah adalah Al Quran, tepatnya dalam surah Al Baqarah ayat 282 yang memiliki arti seperti berikut Hai, orang-orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya………, ayat tersebut menjelaskan kepada kita tentang fungsi-fungsi dan pentingnya pencatatan transaksi, dasar-dasarnya, dan manfaat-manfaatnya, dimana hal tersebut merupakan inti dari Akuntansi. Sejak zaman Rasulullah SAW hingga zaman Khulafaur Rasyidin telah menerapkan undang-undang akuntansi antara lain untuk perorangan, perserikatan (syarikah) atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak pelarangan penggunaan harta (hijr) dan anggaran negara.  Selain itu pada zaman tersebut juga telah dikenal profesi akuntan yang disebut “hafazhatul amwal”(pengawas keuangan)

Jika dilakukan suatu perbandingan antara akuntansi syariah dan konvensional maka akan ditemukan beberapa perbedaan yang sifatnya sangat mendasar antara lain sebagai berikut

    1. Dalam akuntansi konvensional Assets (harta) dibedakan atas dua hal yakni harta lancar (current assets) dan harta tetap (fixed assets), sedangkan dalam akuntansi syariah harta terbagi atas harta berupa uang (cash), harta berupa barang (stock) yang kemudian dibagi kembali menjadi harta dagang dan harta milik
    2. Dalam akuntansi Syariah mata uang seperti emas, perak dan barang lainnya memiliki kedudukan yang sama, dan tidak dibedakan atas tujuan tertentu, sebagaimana yang ada pada akuntansi konvensional
    3. Akuntansi Konvensional senantiasa menerapakan prinsip ketelitian dan pencadangan yang berlebihan atas kemungkinan terjadinya kerugian dari kesalaha pencatatan sehingga mengesampingkan perhitungan laba yang masih mungkin terjadi. Sedangkan dalam akuntansi syariah juga berlaku demikian namun tidak berlebihan dan selalu memperhatikan akan adanya laba yang masih mungkin terjadi.
    4. Akuntansi konvensional menerapkan prinsip laba yang universal sehingga laba dagang, modal pokok, transaksi, dan juga uang dari sumber yang haram tercampur menjadi satu. Sedangkan dalam akuntansi syariah laba dipisahkan pencatatanya atas laba hasil aktivitas pokok, laba modal pokok yang hasil transaksi dan juga wajib menjelaskan dan mencatat pendapatn dari sumber yang haram jika ada.

Masih terdapat beberapa prinsip lagi yang membedakan antara Akuntansi Syariah dengan Akuntansi Konvensional yang belum dapat disampaikan dalam paper ini.

Diharapkan lewat paper ini, kita semakin memahami mengenai sejarah munculnya Akuntansi Syariah dan juga perbedaan akuntansi Syariah dan Konvensioanl, sehingga nantinya kita dapat lebih memahami akuntansi syariah dan tidak terjadi kesalahan persepsi mengenai akuntansi syariah.

Oleh Rizki Rusdiantoro (Akuntansi 2007, Staff of Accounting Study Group)

2 Responses

  1. Salamualaikum

    Salam kenal dari Kampus Hijau STEI Tazkia
    menarik bahasan Akuntansinya perlu ada pencerahan paradigma Akuntansi Islam dewasa ini yang salah satunya tak bboleh ditinggalkan adalah WorldView Islam itu sendiri pada Akuntansi yang sangat berbeda jauh dengan Akuntansi Kapitalis dengan berlandaskan pada worldview Barat

    kunjungannya dinanti akhi

  2. Assalamu’alaikum..

    Salam hangat dari kami yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Akuntansi Syariah (HAMAS) STEI Tazkia…

    Comment:
    Kajian awal yang menarik mengenai Akuntansi Syariah sebagai permulaan menyibak Teori maupun Praktik akuntansi Islam, sebagai bidang yang tidak terlepas dari perkembangan ilmu Ekonomi Islam itu sendiri.

    Saran:
    Pembahasan lanjutan dapat berupa kajian mengenai perbedaan dasar postulat maupun prinsip landasan akuntansi Islam yang memang jauh berbeda dengan Akuntansi kapitalis yang dipakai saat ini. Tidak hanya sekedar mengetahui perbedaan-perbedaan posting jurnal maupun nama akun yang dipakai dalam laporan keuangan entitas syariah saja.

    Terima Kasih (^_^)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: