Essai 3 : Bank Syariah vs Bank Konvensional

Kelompok 3 : M. Irmansyah, Rahmadi, Rifky, dan Rizky

Perbandingan Bank Syariah dan Bank Konvensional

yang mana yang terbaik?

Beberapa tahun terakhir ini, perbankan di Indonesia semakin diramaikan dengan berdirinya bank-bank umum syariah dan juga unit-unit usaha syariah, sebut saja bank Muamalat dan bank Syariah Mandiri. Tumbuhnya perbankan syariah tersebut memberikan indikasi bahwa saat ini preferensi masyarakat Indonesia makin mengarah ke arah transaksi-transaksi syariah.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar akan keberadaan bank syariah sebagai sarana mereka untuk mengelola dana namun tetap berlandaskan pada prinsip syariah yang jelas lebih diridhoi oleh Allah SWT. Faktor lain adalah karena sistem perbankan konvensional makin dirasa tidak sesuai dengan kultur budaya bangsa Indonesia dimana mayoritas penduduknya beragama Islam.

Dalam sistem perbankan konvensional banyak unsur-unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam, unsur yang paling sering diperbincangkan adalah penerapan sistem bunga kepada para nasabahnya, baik yang menabung maupun yang meminjam uang. Dalam Islam bunga dari transaksi hukumnya adalah haram, karena termasuk dalam kategori riba. Dalam sistem bunga terdapat pihak yang menderita kerugian, namun di pihak lain mendapat keuntungan atas kerugian tersebut.

Ilustrasinya seperti berikut. Saat tuan A menyimpan sejumlah uangnya di suatu bank konvensional, maka uang tersebut akan dipinjamkan oleh bank ke pihak lain yang membutuhkan pinjamana uang sebut saja tuan B, namun bank tersebut memberikan peraturan kepada tuan B untuk membayar bunga sebesar 10 % atas pinjaman tersebut, sementara dilain pihak bank tersebut juga memberi peraturan kepada tuan A bahwa ia akan mendapat imbalan berupa bunga sebesar 7 % atas nilai uang yang ia simpan di bank tersebut. Dari ilustrasi tersebut jelas terlihat bahwa antara tuan A dan tuan B tidak terdapat suatu kesepakatan dan juga keridhoan atas bunga tersebut, mereka hanya mengikuti peraturan di bank tesebut. Akibatnya tuan B akan menderita kerugaian sebab ia harus membayar lebih utangnya dan tuan A akan mendapat keuntungan dari nilai simpanannya itu. Hal inilah yang bertentangan dengan ajaran Islam dimana ada pihak yang mendapat keuntungan semantara di pihak lain ada yang menderita kerugian serta tidak terdapatnya suatu akad (perjanjian) yang disepakati dan ikhlas diterima oleh kedua belah pihak tersebut.

Sekilas tentang Riba

Ada tiga jenis riba:

  1. Riba Fadl, yaitu riba yang timbul akibat pertukaran barang sejenis yang tidak memenuhi criteria kualitasnya, sama kualitasnya, dan sama penyerahannya. Pertukaran semisal ini mengandung gharar yaitu ketidakjelasan bagi kedua pihak akan nilai masing-masing barang yang dipertukarkan. Ketidakjelasan ini dapat menimbulkan tindakan dzalim bagi masing-masing pihak. Dalam perbankan konvensional, riba fadl dapat ditemui dalam transaksi jual beli valuta asing yang tidak dilakukan dengan cara tunai atau spot.
  2. Riba Nasi’ah, yaitu riba yang timbul akibat penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi yang dipertukarkan dengan barang ribawi lainnya. Riba nasi-ah muncul karena adanya perbedaan, perubahan, atau tambahan antara barang yang diserahkan hari ini dengan barang yang diserahkan kemudian. Jadi untung (al ghunmu) muncul tanpa adanya resiko (al ghurmi), hasil usaha (al kharaj) muncul tanpa adanya biaya (dhaman); al ghunmu dan al kharaj muncul hanya dengan berjalannya waktu. Dalam perbankan konvensional, riba nasi-ah dapat ditemui dalam pembayaran bunga kredit, bunga deposito, bunga tabungan, dan giro.
  3. Riba Jahiliyah, yaitu riba yang timbul akibat hutang yang dibayar melebihi produk pinjaman, karena peminjam tidak mampu mengembalikan dana pinjaman pada waktu yang telah ditetapkan. Riba Jahiliyah ditemui dalam pengenaan bunga pada transaksi kartu kredit. Riba Jahiliyah dilarang karena pelanggaran kaidah “Kullu Qardin Jarra Manfa ah Fahuwa Riba” (setiap pinjaman yang mengambil manfaat adalah riba). Dalam perbankan konvensional, riba jahiliyah dapat ditemui dalam pengenaan bunga pada transaksi kartu kredit.

Bank Syariah Vs Bank Konvensional

Perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional terdiri dari segi perbedaan falsafah, konsep pengelolaan dana nasabah, kewajiban tentang zakat dan struktur oraganisasinya. Keempat segi ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Perbedaan Falsafah,

Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafah yang dianutnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga dalam seluruh aktivitasnya sedangkan bank kovensional justru kebalikannya. Hal inilah yang menjadi perbedaan yang sangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah, dimana untuk menghindari sistem bunga maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli serta kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil.

2. Konsep Pengelolaan Dana Nasabah

Dalam sistem bank syariah dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Cara titipan dan investasi jelas berbeda dengan deposito pada bank konvensional dimana deposito merupakan upaya mem-bungakan uang. Konsep dana titipan berarti kapan saja si nasabah membutuhkan, maka bank syariah harus dapat memenuhinya, akibatnya dana titipan menjadi sangat likuid. Likuiditas yang tinggi inilah membuat dana titipan kurang memenuhi syarat suatu investasi yang membutuhkan pengendapan dana. Karena pengendapan dananya tidak lama alias cuma titipan maka bank boleh saja tidak memberikan imbal hasil. Sedangkan jika dana nasabah tersebut diinvestasikan, maka karena konsep investasi adalah usaha yang menanggung risiko, artinya setiap kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dilaksanakan, didalamnya terdapat pula risiko untuk menerima kerugian, maka antara nasabah dan banknya sama-sama saling berbagi baik keuntungan maupun risiko.

3. Kewajiban mengelola zakat

Bank syariah diwajibkan menjadi pengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat, menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Hal ini berbeda dengan bank knvensional yang tidak memiliki kewajiban tersebut.

4. struktur oraganisasi

Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertugas mengawasi segala aktifitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. DPS ini dibawahi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Berdasarkan laporan dari DPS pada masing-masing lembaga keuangan syariah, DSN dapat memberikan teguran jika lembaga yang bersangkutan menyimpang. DSN juga dapat mengajukan rekomendasi kepada lembaga yang memiliki otoritas seperti Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk memberikan sangsi.

Prospek Sang Pemenang

Berbicara masalah prospek antara bank syariah dengan bank konvensional dapat dikatakan bahwa bank syariah memiliki prospek yang lebih baik dan lebih menjanjikan dibanding bank konvensional, meskipun saat ini perbankan di Indonesia masih didominasi oleh bank-bank konvensional. Hingga awal tahun 2008 ini persentase aset bank syariah dalam perbankkan Indonesia yang mencapai 1.7 % memang masih terlampau kecil dibandingkan asset bank konvensional. Namun menurt salah seorang Deputi Gubernur Bank Indonesia, Siti CH Fadjrijah, prospek bank syariah adalah sangat baik sebab bank syariah telah terbukti tidak terpengaruh oleh gejolak perekonomian global serta krisis ekonomi yang pernah melanda Indonesia, hal ini karena bank syariah lebih memfokuskan diri pada sektor ekonomi-ekonomi kecil atau Usaha Kecil Menengah (UKM), sector yang cenderung enggan dilirik oleh bank-bank konvensional.

Diharapkan dengan semakin bekembangnya perbankan syariah di Indonesia maka bank-bank syariah dapat menjadi pilihan utama dan bukan lagi menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengelola dananya di sektor perbankan. Selain itu diharapakn juga kedepannya perbankan syariah mampu bersaing dan mengungguli perbankan konvensional yang ada saat ini.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: